y<
_________ 
Logo FDIB
__________ 
  FDIB Scientific E-Zine @ 1-2001  
  Tema: Psikologi

BERAPA BESAR DORONGAN PERMUSUHAN ANDA? 
Dini Mardiati
 



Dorongan permusuhan (hostility) umumnya dianggap sebagai hal yang kurang baik dibicarakan secara terbuka. Mengapa? Karena menurut nilai atau aturan sosial, terutama bagi bangsa timur, dorongan permusuhan merupakan sisi gelap dari jiwa manusia yang harus dinetralkan oleh kebaikan. 

Sebenarnya dorongan permusuhan merupakan bagian pertahanan diri saat menghadapi sesuatu yang mengancam. Namun pada sebagian orang, mekanisme ini berkembang sangat kuat dan mendominasi kehidupannya. Tahukah Anda dorongan permusuhan yang besar, menimbulkan efek yang tidak baik bagi kesehatan. Guna mengetahui besar dorongan permusuhan dalam diri Anda, cobalah simak kuesioner berikut:

Pernyataan-pernyataan di bawah ini menggambarkan situasi sehari-hari yang mungkin Anda jumpai. Pilihlah pernyataan A atau B sesuai dengan apa yang Anda rasakan, pikirkan, atau lakukan bila menghadapi situasi di bawah ini.
 

1. Saya sedang antre di loket pemesanan tiket. Antrean cukup panjang. Di atas loket tertulis, "Satu orang hanya boleh membeli maksimum dua tiket".
A. Saya membaca majalah sambil menunggu giliran.
B. Saya mencoba melihat apakah ada orang di depan saya yang membeli lebih dari 2 tiket.

2. Istri saya ingin memberikan hadiah ulang tahun untuk saya.
A. Saya lebih suka bila dapat menentukan apa hadiahnya.
B. Saya lebih senang mendapat kejutan.

3. Seseorang berbicara lambat saat bercakap-cakap dengan saya.
A. Saya cenderung memotong pembicaraannya.
B. Saya akan mendengarkan sampai ia selesai bicara.

4. Seseorang berbuat curang pada saya.
A. Saya cepat melupakannya.
B. Saya cenderung tetap memikirkannya selama beberapa saat.

5. Tukang cukur memangkas rambut jauh lebih pendek dari yang saya inginkan.
A. Saya akan mengatakan betapa buruk pekerjaannya.
B. Saya membayangkan bila rambut saya sudah panjang kembali, saya akan memberikan instruksi yang lebih tegas saat memangkas rambut lagi.

6. Suatu ketika saya duduk di samping pengemudi mobil.
A. Saya suka karena bisa menikmati pemandangan sepanjang perjalanan.
B. Saya tetap waspada dengan alangan yang ada di depan.

7. Suatu saat saya harus bekerja sama dengan orang yang tidak kompeten.
A. Saya tetap berkonsentrasi pada pekerjaan yang menjadi bagian saya.
B. Bekerja sama dengannya membuat saya tidak sabar.

8. Seseorang menabrak saya di pertokoan.
A. Saya menganggapnya sebagai ketidaksengajaan.
B. Saya merasa jengkel atas perbuatannya yang sembrono.

9. Ada orang yang mendominasi percakapan dalam suatu pesta.
A. Saya menunggu kesempatan untuk "menjatuhkannya".
B. Segera pindah ke kelompok lain.

10. Ada satu tugas penting yang harus dilakukan.
A. Saya cenderung menyelesaikannya sendiri.
B. Saya akan minta bantuan teman.

11. Seseorang mengkritik apa yang saya lakukan.
A. Saya merasa terganggu.
B. Saya berusaha memperjelas maksud dan kritiknya.

12. Saat macet, ada pengemudi lain memotong laju mobil saya.
A. Biasanya saya menyalakan lampu sorot atau membunyikan klakson mobil.
B. Saya menjaga jarak lebih jauh di belakang mobil itu.

13. Saya melihat ada orang yang sangat gemuk di jalan.
A. Saya heran mengapa orang itu kurang mampu mengontrol dirinya.
B. Saya pikir orang itu mungkin memiliki problem psikologis atau gangguan metabolisme tubuh.

14. Ada saat-saat ketika saya sangat marah pada seseorang,
A. Saya selalu berusaha tidak bertindak kasar atau memukulnya.
B. Pernah saya memukul atau mendorongnya.

15. Ketika saya teringat sesuatu yang pernah membuat saya sangat marah,
A. Rasa marah kembali saya rasakan. 
B. Ingatan itu tidak begitu mengganggu lagi seperti dulu.
 

Kunci jawaban kuesioner ini
 



Artikel ini pernah dimuat di majalah Intisari bulan Mei 2000:
http://www.indomedia.com/intisari/2000/mei/kuis5.htm

Dan dimuat kembali di Majalah-E Ilmiah FDIB edisi Januari 2001 ini atas ijin ybs.
https://fdib.tripod.com/e-zine/ez-dini.html
 
 

.

 
KEMBALI- --- --