y<
_________ 
Logo FDIB
__________ 
  FDIB Scientific E-Zine @ 2-2001  
   
Nobel Ekonomi 2000: Cermin keterkaitan Ilmu Dasar dan Ilmu Ekonomi

Noer Azam Achsani1) dan Hizir Sofyan2)
(10 Oktober 2000)
 
 


The Royal Swedish Academy of Sciences (RSAS) menganugerahkan hadiah nobel ekonomi tahun 2000 kepada dua orang ilmuwan Amerika Serikat masing-masing Prof. James J. Heckman (University of Chicago) dan Prof. Daniel L. McFadden (University of California, Berkeley). Atas kemenangan tersebut, beliau berdua berhak atas hadiah sebesar 9 Juta crown Swedia (atau setara dengan US $ 913.100,-) 

Prof. Heckman lahir di Chicago pada tahun 1944, menyelesaikan program sarjananya dalam bidang Matematika (summa cum laude) di ColoradoCollege. Gelar Ph.D dalam bidang Ekonomi diperolehnya dari Princeton pada saat usianya baru menginjak 27 tahun. Setelah itu ia menghabiskan waktunya dengan mengajar di berbagai universitas bergengsi di Amerika Serikat seperti Columbia University, Yale University serta Chicago.

Prof. McFadden lahir tahun 1937 di Raleigh, North Carolina menyelesaikan program sarjananya dalam bidang Fisika (high distinction), dan meraih gelar Ph.D dalam bidang Ekonomi pada usia 26 tahun, keduanya di University of Minnesota. Sebagaimana para pemenang Nobel Ekonomi lainnya, ia juga mengajar di berbagai universitas terkemuka seperti Pittsburg, Yale, MIT serta Berkeley.

Keduanya adalah ahli mikroekonometrika, suatu cabang ilmu yang merupakan perpaduan antara ekonomi dan statistika. Mikroekonometrika berkaitan erat dengan analisis empiris tentang perilaku ekonomi individu maupun rumah tangga, seperti keputusan-keputusan tentang masalah konsumsi, pekerjaan, serta migrasi. Mikroekonometrika juga sangat penting dalam menentukan kebijaksanaan perusahaan, seperti masalah produksi serta masalah tenaga kerja.

Dalam siaran persnya, RSAS mengumumkan bahwa keduanya menerima penghargaan atas peran mereka dalam "mengembangkan teori dan metode statistika yang banyak digunakan untuk menganalisis perilaku individu dan rumahtangga, baik dalam lingkup ilmu ekonomi maupun ilmu-ilmu sosial lainnya." Baik Prof. Heckman maupun Prof. McFadden keduanya telah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi perkembangan mikroekonometrika. Teori-teori serta metode-metode yang mereka kembangkan telah menjadi tools standard dalam teksbook mikroekonometrika, dan digunakan secara luas oleh para ilmuwan di seluruh penjuru dunia.

Berikut akan diuraikan secara singkat kontribusi keilmuan masing-masing.
 

Kontribusi Prof. James Heckman

Prof. Heckman memberikan sumbangan yang signifikan dalam pengembangan teori dan metodologi ekonometria melalui teorinya yang dikenal sebagai analysis of selection bias, yang sangat cocok digunakan untuk menganalisis data yang dibangkitkan dari proses seleksi yang tidak acak (sebagaimana sering dijumpai dalam penelitian ekonomi). Secara khusus beliau banyak melakukan penelitian empiris khususnya tentang ekonomi ketenagakerjaan. Illustrasi siangkat tentang analysis of selection bias bisa digambarkan sebagai berikut.

Dalam suatu penelitian ketenagakerjaan, lamanya waktu kerja dan tingginya upah hanya diamati untuk individu yang bekerja. Tingginya upah dan lama waktu kerja tidak teramati untuk individu-individu yang tidak bekerja. Demikian juga dengan berbagai permasalahan lainnya. Tingginya pendapatan pekerja migran hanya diamati pada individu yang melakukan migrasi, dan lain sebagainya. 

Salah satu model yang dikembangkannya adalah Heckman correction yang juga dikenal dengan metode Heckit. Kegunaan metode ini dapat dijelaskan melalui dua persamaan berikut:

...................... (1)

....................(2)

Kedua persamaan tersebut masing-masing menjelaskan tingkat upah pekerja dan keinginan atau kecenderungan untuk bekerja. Dalam hal ini wi pekerja ke-i jika dia bekerja, sedangkan peubah bayangan (latent) yang menjelaskan tingginya keinginan untuk bekerja. dan  masing-masing adalah peubah penjelas, misalnya tingkat pendidikan dan umur, sedangkan dan  masing-masing adalah galat stokastik yang menjelaskan besarnya pengaruh faktor-faktor luar yang tidak terukur. dan  adalah koefisien yang ingin dicari.

Peubah bayangan  adalah peubah yang tidak bisa diamati. Meskipun demikian kita bisa mendefinisikan suatu peubah dummy jika , dan  untuk kondisi sebaliknya. Dalam hal ini, kita hanya mengamati upah tenaga kerja jika , yaitu jika individu tersebut bekerja. Dengam memperhatikan kembali persamaan (1) dan (2) diatas, tampak bahwa kedua galat stokastik saling berkorelasi positif. Seorang pekerja dengan pendapatan lebih tinggi, pada usia dan tingkat pendidikan tertentu, telah diasumsikan terlebih dahulu bahwa dia lebih ingin untuk bekerja. Dengan demikian contoh pekerja yang diamati tidaklah mewakili populasi yang sebenarnya, seberapa besarpun contoh yang diambil. Dengan demikian, penduga yang kita hasilkan pun akan berbias.

Melalui suatu perhitungan matematis tertentu, Prof. Heckman menurunkan suatu formula tertentu yang mampu mengatasi masalah tersebut. Bagi yang berminat bisa menemukannya pada Heckman, J.J. (1976). Journal of Economic and Social Measurement, 5, 475-492.

Disamping itu, beliau juga aktif melakukan penelitian tentang evaluasi paket program ketenagakerjaan. Salah satu kesimpulan yang paling terkenal adalah "pendidikan pada masa muda lebih menentukan keberhasilan karir seseorang dibandingkat training-training yang diikuti setelah seseorang lulus dari bangku kuliah". 
 

Kontribusi Prof. Daniel McFadden

Prof. McFadden mengembangkan metode dan teori untuk menjelaskan keputusan-keputusan yang bersifat diskret. Keputusan yang bersifat diskret sangat banyak dijumpai dlaam ilmu ekonomi maupun ilmu-ilmu sosial lainnya. Sebagai teladan adalah bagaimana memprediksi perilaku manusia dalam mengambil keputusan seperti universitas mana yang akan dipilih, karir apa yang ingin diraih, kapan harus menikah, serta berapa anak yang diinginkan. Dalam hal ini peubah yang diamati akan bersifat diskret, sehingga pendekatan ekonometrika tradisional yang mensyaratkan peubah kontinu tidak lagi diterapkan.

Untuk itu, Prof. McFadden mengembangkat pendekatan ekonometris dengan memperlakukan pilihan seseorang sebagai peubah yang deterministik. Papernya yang berjudul "Conditional Logit Analysis of Qualitative Choice Behavior" (diterbitkan tahun 1974), telah mampu merubah cara pandang para ilmuwan lainnya dalam melakukan analisa terhadap perilaku individu, dan menjadi panduan utama dalam buku-buku ekonometrika. Selain conditional logit model, beliau juga mengembangkan metode-metode lainnya seperti nested multinomial logit model, generalized extreme value model. Selama sepuluh tahun terakhir, metode-metode temuannya banyak diwarnai dengan model-model simulasi seperti mixed logit model, multinomial probit model serta method of simulated moments. 

Selain melakukan penelitian dalam ekonometrika, beliau juga aktif melakukan penelitian dalam dalah bidang ekonomi produksi serta ekonomi lingkungan. Beberapa hasil karyanya yang fenomental diantaranya adalah rancangan sistem transportasi daerah San Fransisco dan studinya tentang kerugian yang disebabkan oleh tumpahnya minyak dari tambang Exxon Valdes di Alaska pada tahun 1989.
 

Pentingnya Peranan Ilmu Dasar dalam Memahami Fenomena Ekonomi

Membuka kembali data-data para pemenang Nobel Ekonomi yang diberikan sejak tahun 1968, paling tidak ada tiga penciri utama dalam riset-riset mereka, yaitu :

  1. meningkatnya penggunaan formulasi-formulasi matematis dalam menganalisis persoalan-persoalan ekonomi. Aliran ini diwakili antara lain oleh Samuelson (pemenang nobel ´70), Hicks dan Arrow (´72), Koopmans dan Kantorovich (´75), Debreu (´83), Allais (´88) serta para ahli financialeconomics semacam Merton and Scholes (´97) serta ahli gamestheory Nash, Selten dan Harsanyi (´94).
  2. paruh kedua abad ke-20 ditandai pula dengan pentingnya peranan metode kuantitatif (statistika dan ekonometrika) yang mencakup proses pengambilan contoh, pendugaan serta pengujian hipotesis. Hal ini tercermin dari penghargaan nobel ekonomi kepada Frisch dan Timbergen (´69), Leontief (´73), Klein (´80), Stones (´84), Haavelmo (´89), serta Heckman dan McFadden (2000).
  3. semakin pentingnya peranan ekonomi makro, sebagaimana direfleksikan dari penghargaan nobel kepada Friedmann (´76), Klein (´80), Tobin (´81), Modigliani (´85), Solow (´87) dan Lucas (´95)
     
Semakin pentingnya peranan metode kuantitatif tidak terlepas dari jasa James Morgan dan kawan-kawannya di University of Michigan. Pada akhir decade 60-an, mereka menciptakan suatu infrastruktur baru yang dikenal sebagai the Panel Study of Income Dynamic (PSID). Kehadiran PSID mampu memberikan sumbangan yang signifikan dalam mengatasi masalah keterbatasan data. Dengan semakin lengkapnya ketersediaan data, -baik data cross-section maupun panel data- maka semakin banyak pula tools yang bisa dikembangkan. Saat ini PSID dijadikan standard di Amerika Serikat dan digunakan sebagai model di hampir semua negara di eropa. 

Peranan matematika dan metode kuantitatif menjadi semakin penting dengan makin berkembangnya teknologi komputer. Dengan bantuan komputer, para ahli mampu melakukan perhitungan-perhitungan yang rumit dan kompleks yang mustahil dilakukan secara manual. Pada masa-masa mendatang pun peranan mereka akan semakin besar, mengingat dunia akan semakin terintegrasi dengan semakin majunya teknologi komunikasi. Internet memungkinkan setiap orang untuk mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi di belahan dunia lainnya secara cepat. Data-data ekonomi akan semakin mudah diakses. Ketersediaan data yang besar dan mudah diperoleh akan semakin mendorong para ahli untuk mengembangkan berbagai teknik analisis baru. 

Dengan memperhatikan fakta-fakta diatas, tidaklah mengherankan jika sebagian besar peraih nobel ekonomi adalah mahasiswa-mahasiswa terbaik dalam bidang sains, yang di kemudian hari berkarir dalam bidang ekonomi. Sebagian besar dari mereka adalah pemegang gelar (BA, MA atau Ph.D) dalam bidang sains (matematika, fisika atau kimia). Kalaupun mereka tidak memiliki gelar kesarjanaan dalam bidang sains, mereka adalah siswa-siswa terbaik dalam bidang sains semasa SMU. Investasi keilmuan mereka pada masa muda terbukti sangat berperan dalam karir mereka di kemudian hari. 

Dalam suatu jajak pendapat di Amerika Serikat pada pertengahan tahun 90-an, mahasiswa fakultas ekonomi disana bahkan menempatkan matematika dan ekonometrika sebagai dua prasyarat utama untuk menjadi ekonom yang handal. Hal tersebut tentunya sangat wajar, mengingat pengalaman menunjukkan bahwa pengetahuan mereka dalam bidang sains ternyata sangat membantu dalam memahami fenomena-fenomena ekonomi. Tidak mengherankan pula jika bidang-bidang matematika, statistika dan ekonometrika maupun ilmu komputer pun dikembangkan dibawah fakultas ekonomi pada univeritas-universitas di Amerika maupun negara maju lainnya. 

Lalu bagaimana dengan di Indonesia? Kapan universitas-universitas kita tertarik mengembangkan bidang-bidang tersebut? Waktulah yang akan menjawabnya.
 
 

__________________
1) Staf Pengajar Jurusan Matematika, FMIPA-IPB.  Sedang menempuh program  pada institut of statistics and econometrics, department of economics, the University of Potsdam, Germany. 
2) Staf Pengajar Jurusan Matematika-FMIPA, Unsyiah Banda Aceh.  Saat ini sedang menempuh program doktor pada institute of statistics and econometrics, Humboldt University of Berlin, Germany
 
 



Achsani, N.A., Sofyan H. (2001). Nobel Ekonomi 2000: Cermin keterkaitan Ilmu Dasar dan Ilmu Ekonomi, FDIB Scientific E-Zine, Berlin, February 2001. 
http://fdib.tripod.com/e-zine/ez-noerhizir.html
 

.

 
KEMBALI- --- --